Pooh
Thursday, May 21, 2015
Thursday, November 27, 2014
BAB II
Pemrograman Dinamis
Program dinamis (dynamic programming) adalah metode
pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi menjadi sekumpulan langkah (step) atau tahapan (stage) sedemikian sehingga solusi dari persoalan dapat dipandang
dari serangkaian keputusan yang saling berkaitan (kur2003.if.itb.ac.id). Pada
penyelesaian persoalan dengan metode ini (ana.staff.gunadarma.ac.id):
1.
Terdapat sejumlah berhingga pilihan yang
mungkin.
2.
Solusi pada setiap tahap dibangun dari
hasil solusi tahap sebelumnya.
3.
Kita menggunakan persyaratan
optimasi dan kendala untuk membatasi sejumlah pilihan yang harus
dipertimbangkan pada suatu tahap .
Program dinamis
memiliki beberapa optimasi, dimana prinsip optimasi ini sangat penting untuk
diketahui. Prinsip optimasi yaitu antara lain sebagai berikut (ana.staff.gunadarma.ac.id):
1.
Pada program dinamis, rangkaian
keputusan yang optimal dibuat dengan menggunakan prinsip optimalitas.
2.
Prinsip optimalitas: jika solusi total optimal, maka bagian
solusi sampai tahap ke-k juga optimal.
3.
Prinsip optimalitas berarti bahwa jika
kita bekerja dari tahap k ke tahap k + 1, kita dapat menggunakan
hasil optimal dari tahap k tanpa harus kembali ke tahap awal.
4.
Ongkos pada tahap k +1 = (ongkos
yang dihasilkan pada tahap k ) +
(ongkos dari tahap k ke tahap k + 1).
5.
Dengan prinsip optimalitas ini dijamin
bahwa pengambilan keputusan pada suatu tahap adalah keputusan yang benar untuk
tahap-tahap selanjutnya.
4.
Pada metode greedy hanya
satu rangkaian keputusan yang pernah dihasilkan, sedangkan pada metode program
dinamis lebih dari satu rangkaian keputusan. Hanya rangkaian keputusan yang
memenuhi prinsip optimalitas yang akan dihasilkan.
2.1.1
Karakteristik
Persoalan Pemrograman Dinamis
Salah satu cara
untuk cara untuk mengenali suatu situasi yang dapat dirumuskan sebagai
masalah pemrograman dinamis adalah menyadari struktur dasar masalah tersebut
apakah serupa dengan masalah ekspedisi. Program dinamis ini mempunyai beberapa
karakteristik, antara lain (kur2003.if.itb.ac.id):
1.
Persoalan dapat dibagi menjadi beberapa
tahap (stage), yang pada setiap tahap
hanya diambil satu keputusan.
2.
Masing-masing tahap terdiri dari
sejumlah status (state) yang
berhubungan dengan tahap tersebut. Secara umum, status merupakan bermacam
kemungkinan masukan yang ada pada tahap tersebut.
3.
Hasil dari keputusan yang diambil pada
setiap tahap ditransformasikan dari status yang bersangkutan ke status
berikutnya pada tahap berikutnya.
4.
Ongkos (cost) pada suatu tahap meningkat secara teratur (steadily) dengan bertambahnya jumlah
tahapan.
5.
Ongkos pada suatu tahap bergantung pada
ongkos tahap-tahap yang sudah berjalan dan ongkos pada tahap tersebut.
6.
Keputusan terbaik pada suatu tahap
bersifat independen terhadap keputusan yang dilakukan pada tahap sebelumnya.
7.
Adanya hubungan rekursif yang
mengidentifikasikan keputusan terbaik untuk setiap status pada tahap k memberikan keputusan terbaik untuk
setiap status pada tahap k + 1.
8.
Prinsip optimalitas berlaku pada
persoalan tersebut (kur2003.if.itb.ac.id).
2.1.2
Dua
Pendekatan Pemrograman Dinamis
Dua pendekatan yang
digunakan dalam program dinamis maju (forward atau up-down) dan
mundur (backward atau bottom-up). Misalkan x1, x2,
…, xn menyatakan peubah (variable) keputusan yang
harus dibuat masing-masing untuk tahap 1, 2, …, n. Maka (ana.staff.gunadarma.ac.id),
1.
Program dinamis maju. Program dinamis
bergerak mulai dari tahap 1, terus maju ke tahap 2, 3, dan seterusnya sampai
tahap n. Runtunan peubah keputusan adalah x1, x2,
…, xn.
2.
Program dinamis mundur. Program dinamis
bergerak mulai dari tahap n, terus mundur ke tahap n – 1, n
– 2, dan seterusnya sampai tahap 1. Runtunan peubah keputusan adalah xn,
xn-1, …, x1.
Secara umum, ada empat
langkah yang dilakukan dalam mengembangkan algoritma program dinamis. Keempat
langkang itu adalah sebagai berikut (kur2003.if.itb.ac.id):
1.
Karakteristikkan struktur solusi
optimal.
2.
Definisikan secara rekursif nilai solusi
optimal.
3.
Hitung nilai solusi optimal secara maju
atau mundur.
4.
Konstruksi solusi optimal.
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Mulyono sri. 2004. Riset Operasi Edisi Revisi. Lembaga Penerbit Fak.
Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta
ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Program+Dinamis.ppt
kur2003.if.itb.ac.id/file/trans-Bahan%20Kuliah%20ke-13.DOC
Wednesday, November 19, 2014
BAB 1 (REVISI)
1. Latar Belakang
Perusahaan membutuhkan solusi untuk
meminimalkan kerugian atau memaksimalkan keuntungan dalam distribusi produk.
Dampak distribusi mengakibatkan keuntungan produk coklat tidak optimal.
Dibutuhkan suatu metode yang dapat mengoptimalkan distribusi coklat, metode
tersebut adalah program dinamis. Program dinamis merupakan suatu teknik matematis
yang biasannya digunakan untuk membuat suatu keputusan dari serangkaian
keputusan yang saling berkaitan. Tujuan utama model ini adalah untuk
mempermudah penyelesaian persoalan optimasi yang mempunyai karakteristik
tertentu
Jika tidak diperbaiki perlahan-lahan
perusahaan akan mengalami kerugian secara kontinu walaupun tidak terlalu besar.
Alasan menggunakan program dinamis karena dapat memperbaiki system pengambilan
keputusan. Penerapannya pemrograman dinamis banyak digunakan pada proses
optimalisasi masalah. Program dinamis merupakan sebuah algoritma pemecahan
masalah dengan cara menguraikan solusi menjadi sekumpulan langkah atau tahapan
sedemikian sehingga solusi dari persoalan dapat dipandang dari serangkaian
keputusan yang saling berkaitan. Harapan penggunaan metode program dinamis
adalah perusahaan dapat menentukan produk yang didistribusikan dengan tepat.
2. Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan
perumusan yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terdapat
dalam suatu penelitian. Terdapat beberapa rumusan masalah yang didasarkan pada
latar belakang penelitian ini :
1.Bagaimana cara menentukan jalur distribusi yang efisien
2.Bagaimana pengaruh coklat yang diangkut dengan keuntungan
yang diperoleh ?
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan tujuan
yang ingin dicapai peneliti guna menyelesaikan penelitian. Berikut adalah
tujuan penelitian yang ingin dicapai :
1. Mengetahui produk yang dapat
diangkut dengan keuntungan optimal
2. Mengetahui jalur distribusi yang
tepat
4. Batasan Penelitian
Batasan penelitian dilakukan agar
pembahasan yang dilakukan tidak menyimpang dari ketentuan yang ada. Berikut ini
merupakan pembatasan masalah dari penelitian ini :
1. Penelitian hanya dilakukan pada
produk coklat.
2. Metode yang digunakan hanya progam
dinamis.
3. Penelitian dilakukan di PT Fongzoi
dan PT tujuan distribusi.
4. Software yang digunakan adalah QM.
5. Metode Penelitian
1. Sumber Data
Data yang diteliti diperoleh dari
Laporan Data PT Fongzoi dari laporan hasil pengiriman produk coklat
setiap bulan dan Laporan keuntungan dan kerugian PT Fongzoi.
2. Jenis Data
Jenis data yang digunakan adalah coklat,
surat penjualan, nominal penjualan, nominal pengiriman dan transportasi
pengiriman produk.
1.6
Rencana Waktu Penelitian
|
No
|
Deskripsi Kegiatan
|
Bulan Ke
|
|||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
||
|
1
|
Observasi Pengiriman Produk
|
||||||||
|
2
|
Observasi Jalur Distribusi
|
||||||||
|
3
|
SURVEY
|
||||||||
Tuesday, October 21, 2014
CONTOH BAB 1 PROPOSAL PENELITIAN
1.1 Latar Belakang
Kinerja
suatu sistem kerja ditentukan produktivitas dari pekerjanya. Pekerja tersebut tentu
memiliki siklus kerja yang tidak sama, ada yang siklus kerjanya tetap dan ada
yang tidak tetap. Siklus kerja tidak tetap itu di lingkungan informal.
Peningkatan hasil produksi tentu didapatkan dari siklus pekerja yang tetap.
Perusahaan harus dapat mengetahui cara-cara untuk mengukur produktifitas
pekerja. Salah satu metode untuk
menghitung tingkat produktifitas tersebut dengan melakukan work sampling.
Work sampling dapat dilakukan terhadap tenaga kerja untuk
mengetahui aktivitas dari mesin, proses atau pekerja atau operator. Work sampling suatu
prosedur pengukuran yang dilakukan dengan melakukan kunjungan-kunjungan pada
waktu-waktu tertentu yang ditentukan secara acak (random ). Kelebihan
penggunaan work sampling pengamatan
yang dapat dilakukan terhadap beberapa pekerjaan sekaligus secara mudah.
Kekurangan penggunaan work sampling
waktu yang digunakan lebih lama.
Pengamatan
dilakukan di tempat pembuatan genteng metal di daerah Kampung Singkup desa
Sukahati Citereup dengan menggunakan tabel waktu acak. Alasan memilih objek
pengamatan tersebut adalah karena proses pengambilan datanya cukup mudah dan
lokasinya mudah untuk dicari. Siklus kerjanya adalah tidak tetap sehingga
produktivitasnya dapat diukur menggunakan work
sampling. Pengamatan ini, jumlah petugas sebanyak 2 orang dengan jenis
kelamin yang sama dan pekerjaan yang sama. Hasil dari
pembahasan diharapkan diperoleh suatu perbaikan untuk meningkatkan
produktifitas pekerjaan.
1.2 Perumusan
Masalah
Perumusan masalah dalam pembuatan laporan akhir ini
dibutuhkan untuk mengetahui permasalahan yang ada Permasalahan yang ingin diketahui adalah bagaimana tingkat
produktifitas kerja dari operator gunting pola pada UKM genteng metal
berdasarkan perhitungan produktif dan non
produktif.
1.3 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah digunakan agar pembahasan yang
dibuat tidak keluar dari pokok permasalahan yang sudah dibuat. Pembatasan
masalah dari modul work sampling ini adalah:
1. Pengambilan data hanya dilakukan di kampung singkup
RT 02 RW 04 desa Sukahati Citereup pada tanggal 21 Oktober 2012, pukul 08.00 –
16.00 WIB.
2.
Operator yang diamati hanya operator gunting pola
genteng metal sebanyak 2 orang dengan
jenis kelamin yang sama yaitu laki-laki.
3. Data yang diambil hanya selama 6 jam pengamatan
untuk masing-masing operator setiap pengamatan.
4. Masing-masing jam pengamatan sebanyak 40 data
pengamatan dan dilakukan secara acak (random).
5.
Metode penyesuaian yang digunakan hanya metode shumard dan metode westinghouse.
1.4 Tujuan Observasi
Tujuan Observasi ini dibuat untuk menjawab
kesimpulan pada akhir laporan ini. Adapun tujuan penulisan pada modul sampling
pekerjaan ini antara lain adalah:
1.
Mengetahui persentase produktif dan non produktif dari kedua operator
gunting pola pembuatan genteng metal.
2.
Mengetahui uji kecukupan data dari kedua operator
gunting pola pembuatan genteng metal.
3.
Mengetahui keseragaman data dari kedua operator
gunting pola pembuatan genteng metal.
4. Mengetahui waktu siklus, waktu normal, dan waktu
baku masing-masing dari kedua operator gunting pola pembuatan genteng metal.
5.
Mengetahui uji ketelitian data dari kedua operator
gunting pola pembuatan genteng metal.
1.5 Metode Penilitian
Metode penilitian dalam hal ini yaitu menggunakan metode survei kepuasan konsumen. Berikut ini adalah metode dari penilitan :
1. Work sampling, dengan metode ini bisa mengetahui kinerja operator apakah menganggur atau tidak
1.6 Rencana Waktu Penelitian
Rencana waktu yang dibutuhkan penulis yaitu dibuat dalam bentuk tabel untuk mempermudah pembaca. Berikut adalah tabel rencana waktu penelitian :
|
No
|
Kegiatan
|
Minggu :
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1
|
Penyusunan Proposal
|
|||||
|
2
|
Penentuan Sampel
|
|||||
|
3
|
Pengumpulan Data
|
|||||
|
4
|
Perhitungan Data
|
|||||
|
5
|
Pembuatan Laporan
|
|||||
|
6
|
Asistensi Laporan
|
|||||
|
7
|
Penyempurnaan Laporan
|
|||||
|
8
|
Penyelesaian Laporan
|
|||||
Subscribe to:
Posts (Atom)