Pooh

Saturday, April 9, 2016

TUGAS 3 ETIKA PROFESI

1.      Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar Teknik (minimal 5) dan standar manajemen (minimal 5) yang relevan dengan Teknik Industri !
a.            Standar Teknik adalah serangkaian eksplisit persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan, produk, atau layanan. Jika bahan, produk atau jasa gagal memenuhi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku, mungkin akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Sebuah standard teknik dapat dikembangkan secara pribadi, misalnya oleh suatu perusahaan, badan pengawas, militer, dll: ini biasanya di bawah payung suatu sistem manajemen mutu. Istilah standard teknik yang digunakan sehubungan dengan lembar data. Dalam rekayasa, manufaktur, dan bisnis, sangat penting bagi pemasok, pembeli, dan pengguna bahan, produk, atau layanan untuk memahami dan menyetujui semua persyaratan. Standard teknik adalah jenis sebuah standar yang sering dirujuk oleh suatu kontrak atau dokumen pengadaan. Ini menyediakan rincian yang diperlukan tentang persyaratan khusus. Berikut ini adalah beberqapa contoh mengenai standar teknik di dunia.
1)      Standar Nasional Indonesia (SNI)
Salah satu contoh standart teknik adalah SNI ( Standart Nasional Indonesia). SNI adalah satu – satunya standart yang berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus memenuhi standart SNI ini. SNI dirumuskan oleh PanitiaTeknis dan ditetapkan oleh BSN  Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder.
2)      ASME (American Society of Mechanical Engineer)
Merupakan organisasi non profit yang bergerak di bidang standarisasi teknik khususnya bidang teknik mesin.  Organisasi ini dikenal untuk menetapkan kode dan standar untuk perangkat mekanis. ASME melakukan salah satu operasi terbesar di dunia penerbitan teknis melalui ASME Press, menyelenggarakan konferensi bidang teknis dan mengadakan kursus pengembangan profesional setiap tahun, dan mensponsori program pendidikan khususnya bidang teknik.
3)      ANSI (American National Standards Institute)
ANSI memiliki kapasitas sebagai administrator dan koordinator sistem standarisasi di USA selama lebih dari 90 tahun. Berdiri sejak tahun 1918, didirikan oleh 5 kelompok engineering dan 3 badan pemerintahan, sebagai organisasi non profit yang didukung oleh organisasi pemerintah maupun sektor swasta. ANSI memperkenalkan penggunaan standar internasional baik untuk sektor bisnis, kebijakan teknis secara nasional dan internasional.
4)      Japanese Industrial Standar (JIS)
Menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standardisasi dikoordinasikan oleh Komite Standar Industri Jepang dan dipublikasikan melalui Jepang Standards Association.
5)      TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
The Tubular Exchanger Manufacturers Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh tahun.Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik. TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur.
b.            Standar manajemen adalah struktur tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang kelembagaan, usaha serta keuangan. Berikut ini adalah standar manajemen yang diterapkan hamper di dunia
1)      ISO 9001 (Manajemen Mutu)
ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui dunia untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan bersifat global. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan. Sistem ini besifat umum dan dapat diterapkan untuk berbagai jenis organisasi dan industri. Sistem ini juga bersifat fleksibel untuk mengarahkan berbagai organisasi dan industri dalam mencapai efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaannya untuk mencapai kepuasan pelanggan.
2)      OHSAS 18001 (Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
OHSAS 18001 adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/perusahaan. Banyak organisasi di berbagai negaratelah mengadopsi OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja denganmelaksanakan prosedur yang mengharuskan organisasisecara konsisten mengidentifikasi dan mengendalikan resiko bahayaterhadap keselamatan dan kesehatan di tempat kerja; serta memperbaiki kinerja dan citra perusahaan.
3)      ISO 14001  (Manajemen Lingkungan)
ISO 14001 dipelajari oleh berbagai bidang pendidikan namun tidak “ seumum” ISO 9001 yang banyak ditemui di bidang apa saja. Sistem manajemen ini banyak ditemui pada bidang teknik lingkungan. Selain itu sistem manajemen ini juga mempunyai kaitan dengan bidang ergonomi (teknik industri) terutama pada kuliah manajemen limbah industri. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa bidang lingkungan hidup atau ekologi dan ergonomi mempunyai hubungan yang cukup kuat.
4)      ISO 31000:2009 (Manajemen Risiko)
ISO 31000:2009 merupakan pedoman standar, instruksi, dan tuntutan bagi sebuah organisasi untuk membangun sebuah pondasi dan kerangka kerja bagi suatu program manajemen risiko. Pondasi tersebut meliputi aturan, tujuan, dan komitmen untuk membangun suatu program manajemen risiko yang komprehensif. Kerangka kerja meliputi perencanaan, akuntabilitas dari para karyawan, proses dan aktivitas yang digunakan untuk mengelola risiko dalam kinerja perusahaan. Tujuan dari standarisasi ini adalah untuk menyediakan prinsip-prinsip dan acuan dari program manajemen risiko kepada organisasi.
5)      Total Quality MANAGEMENT <TQM> (Manajemen Produksi)
Total Quality MANAGEMENT (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan.

SUMBER :
dian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../ETIKA+PROFESI+(3).pdf
http://isoindonesiacenter.com/iso-31000-standar-manajemen-risiko/

TUGAS 2 ETIKA PROFESI

1.      Jelaskan berbagai organisasi Profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang Teknik Indsutri baik regional maupun global ! (Minimal 5)

.       Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI)
Untuk menjamin pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya maka disusunlah ketentuan dasar Kode Etik dan Tata Laku Profesi yang wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh Anggota Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia. Berikut ini adalah kode etik dari ASTTI.
-      Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar Fundamental untuk mewujudkan manusia yang berjiwa Pancasila serta memiliki kesadaran Nasional yang tinggi, tunduk kepada perundang-undangan & peraturan yang berlaku serta menghindarkan diri dari perbuatan melawan hukum.
-     Tanggap terhadap kemajuan & senantiasa memelihara serta meningkatkan Kemampuan Teknis, Mutu, Keahlian & Pengabdian profesinya seiring dengan perkembangan teknologi.
-   Penuh rasa tanggung jawab serta selalu berusaha untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknologi dan penerapannya yang tepat sebagai tuntutan dari keprofesionalan.
-    Disiplin serta berusaha agar pekerjaan yang dilaksanakannya dapat berdaya guna dan berhasil guna melalui proses persaingan yang sehat serta menjauhkan diri dari praktek/tindakan tidak terpuji yang mengakibatkan kerugian pihak lain.
-   Adil, Tegas, Bijaksana dan Arif serta Dewasa dalam membuat keputusan-keputusan keteknisan dengan berpedoman kepada Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kesejahteraan Masyarakat.

a.      Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
Persatuan Insinyur Indonesia atau disingkat PII (dalam bahasa Inggris The Institution of Engineers Indonesia – IEI) adalah organisasi profesi yang didirikan di kota Bandung pada tanggal 23 Mei 1952 untuk menghimpun para insinyur atau sarjana teknik di seluruh Indonesia. Kode etik dari PII adalah sebagai berikut.
-          Mengutamakan keluhuran budi.
-    Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
-         Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
-          Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

c.       Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)
Merupakan satu wadah tempat berkumpulnya para ahli ergonomi atau ergonom, akademisi serta pemerhati ergonomi dari seluruh Indonesia. Kegiatan workshop PEI sudah menjadi kalender kegiatan sesuai dengan hasil rapat pengurus. Semakin berkembangnya peminatan ergonomi seperti ergonomi industri, ergonomi kesehatan, ergonomi kognitif dan pesatnya perkembangan riset di bidang Ergonomi sangatlah penting untuk dikomunikasikan di kalangan para peneliti dan pemerhati ergonomi.  Dengan demikian paparan ilmiah yang merupakan hasil riset terbaru ergonomi perlu diadakan dalam bentuk workshop untuk dikaji dan dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan pengetahuan khususnya bagi anggota PEI dan masyarakat ilmiah pada umumnya. Kode etik pada PEI adalah sebagai berikut.
-          Tanggung Jawab Profesional
-          Tanggung  Jawab dan Kewajiban terhadap Masyarakat
-          Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Profesi
-          Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Klien
-          Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Kolega

The IAENG Society of Industrial Engineering (ISINDE)
(ISINDE) adalah organisasi untuk insinyur teknik industri dan mahasiswa teknik industri yang bertempat hampir diseluruh asia. Melalui perkumpulan dan workshop teknik industry, ISINDE melayani dalam forum jejaring sosial, membagikan informasi, pertukaran pikiran dan penyelesaian masalah untuk komunitas teknik industri.

d.      Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri (ISTMI)
ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri) merupakan organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia.
ISTMI memiliki tujuan mencapai kemantapan peranan Sarjana dan Ilmu TI & MI maupun terapannya dalam pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya pembangunan industri di Indonesia, demi mempercepat kesejahteraan bangsa serta mengembangkan profesi TI & MI di Indonesai sehingga dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya, serta memiliki misi-misi untuk dapat memenuhi visi tersebut. Kode etik dari ISTMI adalah sebagai berikut.
Kode Etik ISTMI
Untuk lebih menghayati Kode Etik Profesi Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam operasionalisasi sesuai bidang masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab sebagai warga negara maupun sebagai sarjana, akan panggilan pertumbuhan dan pengembangan pembangunan di Indonesia maka kami Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat

e.       
SUMBER :
http://www.astti.or.id/index.php?show=content&type=static&mid=3&id=3

Saturday, March 5, 2016

TUGAS 1 ETIKA PROFESI

Nama : Rizki Sulindo

Kelas : 4ID03

NPM : 36412573


1  1. Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa)
Jawab :
1.      Berbicara kasar di depan umum, orang yang suka berbicara kasar di depan umum terhadap orang yang bersangkutan dianggap tidak beretika karena selain tidak menghargai orang yg bersangkutan tersebut, juga tidak mempedulikan kondisi lingkungan sekitar yang terdapat orang lain.
2.      Selalu menanggapi sesuatu dengan emosional, karakter ini dianggap tidak beretika karena segala sesuatu hal yang dibicarakan tidak dapat diselesaikan atau diterima dengan kepala dingin.
3.   Melanggar aturan lalu lintas ketika berkendara, banyak sekali para pemakai kendaraan bermotor yang masih sering menghiraukan aturan dalam berlalu lintas.Hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan bahkan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lainnya.
4.    Bersendawa ketika makan di tempat umum, bersendawa sampai terdengar orang sekitar ketika sedang makan akan sangat menggangu, karena bunyi dan baunya tidak sedap untuk didengar dan dihirup.
5.   Mencuri,  orang yang selalu mencari - cari kesempatan disaat orang lain lengah untuk mengambil barang yg bukan miliknya merupakan salah satu karakter orang yg tidak beretika.

22.      Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA professional dalam bekerja sebagai sarjana teknik industry (beri    5 contoh dan analisa)
1.  Tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan dianggap tidak beretika karena telah mengabaikan pekerjaan yang dimiliki sehingga hasil yang didapat tidak sesuai dengan kebutuhan.
2.      Tidak mematuhi tata tertib, perusahaan membuat tata tertib untuk dijalankan bukan untuk dilanggar. Karena dengan mematuhi peraturan dapat menaikan produktivitas pekerja itu sendiri serta dapat menjaga keselamatan dan kesehatan kerja 
3.    Berbicara tidak sopan, sering kali pekerja berbicara tidak sopan di lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak professional.
4.  Membuat surat keterangan palsu, hal tersebut merupakan tindakan yang meurgikan perusahaan yang dikarenkan bahwa membuat surat keterangan palsu merupakan sebuah manipulasi kebohongan yang dapat menghancurkan nama baik perusahaan
5. Memakai jabatan sebagai senjata utama, seorang direktur yang baik bukan hanya memerintah dan menerima hasil pekerjaan karyawannya tetapi juga peduli terhadap bawahannya.

33.   Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industry
Etika Profesi adalah suatu tindakan refleksi atau self control dalam pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan sosial atau sendiri dalam suatu bidang keahlian tertentu.  Etika profesi sangat penting dalam bidang keteknikan dikarenakan suatu profesi harus mempunyai tanggung jawab, keadilan, dan otonomi. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasil, serta terhadap dampak dari profesi tersebut untuk kehidupan orang lain

44.   Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) adalah organisasi profesi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing membina Ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi Ergonomi dalam Pembangunan Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata.


Referensi:
https://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof

http://iskfreund.tumblr.com/post/90304466591/etika-profesi

Wednesday, January 13, 2016

Rencana Pemasaran Bisnis Kaos Khas Daerah

Rencana pemasaran bisnis kaos khas daerah secara online yaitu melalui search engine dan sosial media. Pemasaran kaos melalui search engine dapat dilakukan sangat mudah, hanya butuh membuat website yang seo nya bagus dan tidak semua website yang tampilannya cantik memiliki seo yang bagus karena hal yang penting dalam bisnis adalah penjualan.

Mempunyai website khususnya toko online untuk jualan kaos dan lain-lain hendaknya membuat yang memiliki struktur yang bagus dengan tambahan seo dan kata kunci tertentu untuk meningkatkan penjualan. Dalam website kita juga membuat tata cara pembelian secara lengkap agar pembeli tidak bingung dan bertanya-tanya saat ingin membeli kaos.

Media sosial sudah menjadi suatu hal yang wajib dimiliki. Melalui media sosial seperti facebook, instagram dan twitter, kita melakukan strategi promosi dengan memperkenalkan brand dan juga produk yang ingin kita pasarkan kepada pengguana media sosial. Dengan menggunakan media sosial maka pendekatan yang akan kita lakukan menjadi lebih personal dan juga menjadi lebih dekat dengan target penjualan.

Modal Usaha Untuk Menjalankan Bisnis Kaos Khas Daerah

Dalam memulai suatu usaha tentunya kita memerlukan suatu modal untuk memulai usaha tersebut. Pada bisnis atau usaha kaos khas daerah berikut adalah cara mendapatkan modal usaha untuk memulai bisnis tersebut.


Menabung

Menabung adalah cara mendapatkan modal yang paling aman dan bebas resiko namun menabung adalah salah satu mencari modal yang relatif lebih lama. Menabung dapat dimulai dari menyisihkan uang saku.

Mencari Investor atau Menjalin Kerjasama

Mencari modal yang selanjutnya adalah mencari investor yang mau menanamkan modalnya kepada kita. Kita bisa membuat proposal tentang pengembangan usaha, dengan cara ini kita dapat dengan mudah mendapatkan investor asal proposal yang diajukan sesuai dengan fakta dilapangan.

Orang tua atau keluarga

Langkah terakhir tentu saja adalah mencoba mencari pinjaman dari keluarga sendiri. Baik itu orang tua maupun keluarga lainnya. Pinjaman semacam ini tentu saja menguntungkan, karena biasanya tanpa bunga dan agunan. Hanya berbasis kepercayaan saja karena memang keluarga.

Bisnis Kaos Khas Daerah

Kaos Oblong mungkin merupakan pakaian yang sederhana dan tidak terlalu istimewa, namun dengan menambahkan desain daerah tertentu di Indonesia bisa menjadi pilihan unik untuk mendesain kaos, karena desain daerah yang berbeda memiliki detail, warna dan bentuk berbeda pula. Kaos semacam ini akan memberi rasa bangga pada pemakainya, karena tren nasionalisme saat ini yang menekankan pengenalan akan motif khas atau tradisional suatu daerah.

Desain kaos ini bisa diaplikasikan dengan cara mudah yaitu cetak, namun motifnyalah yang menjadi daya tarik utama.  Kaos ini pasti akan menarik minat anak muda yang tetap saja senang memakai pakaian modern seperti kaos. Dengan menggunakan kaos bermotif khas daerah, anak muda dan remaja akan merasa bangga karena sudah menggunakan motif khas Indonesia di pakaian sehati-hari mereka. Banyak juga desain khas Indonesia yang unik dan bisa divariasikan menjadi menarik, sehingga memikat anak muda.

Kaos khas daerah ini bisa dipasarkan lewat media sosial dan blog, sehingga semakin menarik minat pelanggan muda dan pembeli modern kepada kaos yang menonjolkan sisi unik budaya Indonesia.
Sebagai contoh kaos khas daerah dimana saya berasal yaitu Bukittinggi, Kaos ini menggunakan bahasa minang atau bahasa Padang.

Thursday, December 31, 2015

Beberapa Hal Penting Sebelum Memulai Usaha Sampingan

1. Bidang Usaha

Harus dapat menentukan bidang usaha apa yang nantinya akan  dijalankan. Diharapkan bidang usaha tersebut sesuai dengan hobby dan bakat yang dimiliki. Karena untuk memulai usaha akan terdapat banyak rintangan dan halangan serta persaingan dari usaha sejenis yang akan dihadapi.

2. Lokasi

Faktor lokasi yang strategis sangat mempengaruhi keberhasilan . Untuk memulai usaha baru hendaklah  mencari lokasi yang ramai sesuai dengan target market .

3. Pelanggan

Bagaimana cara dan apa strategi pemasaran yang akan Anda gunakan untuk mendapatkan pelanggan?  Jika baru memulai usaha biasanya strategi pemasaran lewat mulut ke mulut terbukti lebih efektif dan tanpa biaya tambahan.

Jika sudah memiliki pelanggan tetap, maka bisa menerapkan strategi pemasaran dengan memberikan garansi terhadap produk yang  dijual, memberikan bonus, serta membuat paket keanggotaan dengan discount khusus.

4. Modal Kerja

Sangat penting  mempersiapkan modal kerja serta merencanakan seluruh anggaran biaya untuk menutupi seluruh defisit arus kas sampai usaha tersebut menghasilkan dan stabil.

Sangat disarankan untuk memulai usaha sampingan dengan menggunakan cadangan modal sendiri dan menghindari pinjaman dengan pihak ketiga dengan cost of fund atau biaya modal yang tinggi.

Wirausaha cocok untuk mahasiswa

Sebagai mahasiswa tentunya kita tidak ingin selalu bergantung pada orang tua, ingin mandiri, maka dari itu perlu adanya usaha untuk membuat kebutuhan menjadi lebih ringan.  Contoh wirausaha yang mudah dan cocok dilakukan oleh mahasiswa, agar kita tidak selalu meminta uang jajan kepada orang tua, mendapat penghasilan tambahan dan tanpa menggangu waktu kuliahnya.
Berikut ini, contoh wirausaha yang mudah dan cocok untuk mahasiswa:
1. Wirausaha Bidang Jasa
a. Jasa Pengetikan dan Print
Wirausaha di bidang jasa tidak perlu modal uang, hanya saja menggunakan kemampuan dan kerja seseorang dan juga media untuk mengetik dan menulis seperti laptop atau komputer. Wirausaha dalam hal jasa sangat cocok untuk mahasiswa tanpa mengeluarkan uang. Salah satu contohnya: mahasiswa yang memiliki kemampuan membuat makalah, artikel, tugas dengan cepat dan mudah, maka dengan keahlian itu dapat menawarkan jasa pengetikan sekaligus print tugas tersebut kepada mahasiswa lain, yang akhirnya mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang telah dilakukannya Seorang mahasiswa yang gemar menulis juga dapat membuat tulisan, yang mungkin dapat menawarkan tulisanya, perusahaan atau redaksi pemberitaan. Usaha ini dapat berkembang bila konsisten dan jasa yang diberikan baik serta memuaskan, sehingga akan banyak yang menggunakan jasa tersebut, dan menambah pemasukan kita.
b. Jasa Les Privat.
Wirausaha ini, banyak ditekuni oleh kebanyakan mahasiswa, hanya bermodalkan kemampuan kita untuk mengajar seseorang. Bila kita seorang mahasiswa jususan pendidikan, ataupun bukan, kita dapat menjalankan wirausaha ini. Keuntungan kita sebagai mahasiswa yang sudah menerima dan menyerap banyak ilmu, maka kita dapat mengajar atau memberi les kepada anak SD, SMP, SMA. Wirausaha ini sangat memberkan peluang bagi mahasiswa yang ingin punya uang tambahan. Memberi les kepada murid sekolah, tidak memerlukan modal karena kita hanya mengandalkan kemampuan, yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan murid itu. Les yang kita berikan dapat dilakukan dengan datang ke rumah murid tersebut, atau mengajar les di suatu tempat yang sudah ditentukan, seperti lembaga bimbingan belajar. Untuk menjalankan usaha ini, kita juga harus memikirkan akses menuju tempat atau rumah murid didik, yang berarti kita harus memiliki kendaraan untuk menuju kesana, dan meluang waktu kosong untuk menyesuaikan jadwal mengajar atau memberi les, agar tidak menggangu jadwal kuliah kita.
c. Wirausaha sesuai dengan Jurusan
Wirausaha ini, dimaksudkan kita menjalankan usaha sesuai minat dan sesuai jurusan yang kita jalani dikampus, usaha ini hanya mengandalkan keahlian seseorang tanpa uang, sebagai contoh seorang mahasiswa jurusan teknik komputer, dapat membuka jasa service komputer, atau hal hal lain yang berhubungan dengan komputer, seperti memberi kursus komputer, penggunaan software. Contoh lain, seperti menjadi seorang asisten dosen, membuka jasa laundry, dan lain-lain.
2. Wirausaha Bidang Perdagangan

a. Wirausaha Pulsa elektrik
Wirausaha yang mudah dan sudah banyak dilakukan para mahasisawa, yang diperlukan seperti modal untuk membeli saldo pulsa dan handphone. Sebagai penjual, kita dapat menawarkannya pada teman-teman kosan, teman kuliah, atau orang sekeliling kita. Berjualan pulsa, mendapatkan keuntungan yang relatif sedikit, keuntungan didapat dari setiap transaksi, mungkin sekitar 500-1500 rupiah, tetapi akan semakin berkembang bila kita memiliki saldo pulsa yang bertambah dan pembeli semakin banyak.
b. Wirausaha Reseller
Wirausaha yang dilakukan cukup mudah, mahasiswa tidak akan kehilangan banyak waktunya, karena hanya bertugas menjual kembali barang yang tersedia, dan menawarkannya kepada para konsumen. Pada zaman sekarang, sudah banyak usaha reseller yang dilakukan melalui media sosial, seperti di facebook, instagram dsb, atau juga bisa dijual langsung ke orang terdekat. Kita dapat keuntungan dari harga barang yang akan dijual pada konsumen, dinaikkan sedikit, dan untungnya dari kenaikan harga tadi. Barang-barang yang djual misalnya, baju, kosmetik, aksesoris, sepatu, alat-alat elektronik (tv, hp, camera digital, laptop) atau bahkan makanan.
c. Wirausaha secara Online
Pada era globalisasi ini, semua hal dapat dilakukan dengan mudah dan secara onine. Bisnis online sudah merajalela pada banyak kalangan, termasuk juga mahasiswa. Mahasiswa yang selalu berhubungan dengan internet, mencari berita, informasi, tugas kuliah, mendownload atau mengupload file perkuliahan, dan juga kebanyakan sudah punya laptop, maka usaha jenis ini sangat cocok dilakukan, karena hanya bermodal koneksi internet dan laptop atau komputer.
Usaha yang dapat dilakukan, contoh: membuat online shop, yang selanjutnya kita bisa menawarkan beraneka barang, seperti baju, kaos,rok, celana, kerudung, topi, aksesoris, sepatu, tas, kosmetik, produk makanan, yang banyak dibutuhkn oleh mahasiswa lain, yang bisa jadi peluang kita untuk berwirausaha. Usaha secara online ini dengan menggunakan media sosial, seperti facebook, instagram, twitter, bbm, website dan media sosial lain. Usaha online lainnya, seperti menulis artikel di website atau blog, atau menulis iklan promosi makanan, minuman, obat, jasa, produk kecantikan, kosmetik, aksesoris, pakaian dan juga tempat usaha.
3. Wirausaha Bidang Kuliner
Wirausaha pada bidang ini, membutuhkan modal yang tergantung makanan yang akan jual. Menjalankan usaha bidang kuliner, dapat dilakukan mulai dari usaha yang kecil sampai usaha yang cukup besar. Mahasiswa dapat mengaplikasi misalnya: menjual makanan dan minuman ringan seperti keripik singkong, kerupuk, atau snack. Untuk mahasiswa yang jago memasak, mungkin bisa membuat kue atau jajanan ringan, yang dapat dititipkan pada kantin kampus, atau warung terdekat dengan kosan atau sekitar kampus, dapat juga kita bawa sendiri dan dapat ditawarkan pada teman kuliah, seperti: gorengan (lumpia, pisang goreng, dll).
Bila memiliki modal yang cukup besar, maka dapat mendirikan stand makanan atau toko kecil, dengan menjual makanan andalan kita, sehingga mendapatkan penghasilkan yang lebih besar, contohnya: stand burger, stand cilok kedai jus dan lain-lain.

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Di Kalangan Mahasiswa

Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik, dan banyak pula orang yang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah sangat terbatas.
Oleh sebab itu, wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga upaya pembangunan wirausaha di Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan nasional.
Minat berwirausaha perlu dan harus ditumbuhkembangkan di kalangan masyarakat termasuk mahasiswa karena memiliki manfaat banyak sekali antara lain menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan produktivitas, dengan menggunakan metode baru, maka wirausaha dapat meningkatkan produktivitasnya. Kemudian meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan. Wirausaha serta usaha kecil memberikan lapangan kerja yang cukup besar sehingga dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menciptakan teknologi baru dan menciptakan produk dan jasa baru. Banyak wirausaha yang memanfaatkan peluang dengan menciptakan produk atau jasa baru. Kalaupun mereka masih mempertahankan produk lama, produk tersebut merupakan produk yang sudah diperbaiki dan mendorong inovasi, meskipun biasanya mereka tidak menciptakan sesuatu yang baru, tetapi mereka dapat mengembangkan metode atau produk yang inovatif.
Salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian dan ketangguhan ekonomi nasional adalah melalui pengembangan, pemantapan sikap, perilaku dan kemampuan serta minat berwirausaha. Dengan berkembangnya minat dan lahirnya wirausaha-wirausaha nasional akan menjadi penggerak roda perekonomian nasional serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang pada gilirannya akan memperkuat struktur perekonomian nasional. Upaya ini perlu didukung oleh semua kalangan baik unsur pemerintah, masyarakat termasuk mahasiswa maupun dunia usaha secara terarah dan berkesinambungan.
Beberapa motivasi yang mendorong seseorang berwirausaha antara lain pertama, alasan keuangan, yaitu untuk mencari nafkah, untuk menjadi kaya, untuk mencari pendapatan tambahan. Kedua, alasan sosial, yaitu untuk memperoleh gengsi/status untuk dapat dikenal dan dihormati, agar dapat bertemu dengan orang banyak.
Kemudian ketiga, alasan pelayanan yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat, untuk membantu ekonomi masyarakat, untuk masa depan anak dan keluarga dan keempat alasan pemenuhan diri, yaitu untuk menjadi atasan mandiri, untuk menghindari ketergantungan pada orang lain, untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, untuk menjadi lebih produktif, untuk menggunakan kemampuan pribadi atau berprestasi.